EventBogor.com – Kabar hangat datang dari Kabupaten Bogor, di mana Bupati Bogor, Rudy Susmanto, turun langsung menemui warga Bogor Barat yang menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kecamatan Cigudeg, Senin (12/1). Aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait dampak aktivitas pertambangan yang telah lama menjadi perhatian serius di wilayah tersebut. Kehadiran bupati secara langsung menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dalam menanggapi keluhan warga dan mencari solusi konkret atas permasalahan yang ada.
Aksi demo ini menjadi momentum penting untuk mendengarkan langsung aspirasi masyarakat dan mencari solusi yang komprehensif. Perlu dipahami, wilayah Bogor Barat, khususnya Kecamatan Cigudeg, Parungpanjang, dan Rumpin, menjadi area yang paling merasakan dampak langsung dari aktivitas pertambangan. Mulai dari kerusakan lingkungan, kerusakan infrastruktur, hingga risiko keselamatan di jalan umum, menjadi beberapa keluhan utama yang disampaikan warga.
Tuntutan Warga: Jalan Khusus Tambang dan Dampak Lingkungan
Salah satu tuntutan utama yang disuarakan warga dalam aksi demonstrasi tersebut adalah pembangunan jalan khusus angkutan tambang. Keberadaan jalan khusus ini diharapkan mampu meminimalisasi dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas lalu lintas kendaraan tambang di jalan umum. Selain itu, pembangunan jalan khusus juga bertujuan untuk mengurangi risiko keselamatan bagi pengguna jalan lainnya.
Bupati Rudy Susmanto merespons tuntutan ini dengan memberikan penjelasan mengenai rencana pembangunan jalan khusus tambang yang telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor Tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa proses pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tersebut sedang dalam tahap appraisal. Setelah proses appraisal selesai, pembayaran pembebasan lahan diharapkan dapat segera dilakukan, sehingga pembangunan jalan khusus tambang dapat segera terealisasi.