EventBogor.com – Auditorium Sekretariat Daerah Cibinong hari itu menjadi saksi bisu kehangatan silaturahmi. Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dengan ramah mendampingi Wakil Presiden ke-13, KH. Ma’ruf Amin, dalam pembukaan Ijtima Ulama dan Pendidikan Kader Ulama (PKU) angkatan ke-19. Lebih dari sekadar seremoni, acara ini adalah wujud nyata kolaborasi antara pemerintah dan ulama, sebuah sinergi yang kini menjadi sorotan.
Mengapa Ini Penting? Sinergi untuk Kemajuan Bogor
Bayangkan sebuah orkestra. Pemerintah adalah konduktor, ulama adalah pemain musik. Harmoni tercipta ketika keduanya selaras, menghasilkan alunan indah pembangunan. Itulah yang ingin dicapai di Kabupaten Bogor. Ijtima Ulama bukan hanya pertemuan rutin, melainkan wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan merumuskan langkah bersama.
Bupati Rudy Susmanto dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menunjukkan komitmen konkret dengan menyerahkan bantuan operasional untuk MUI kecamatan dan desa. Ini bukan hanya soal anggaran, tapi juga simbol dukungan terhadap peran vital ulama di tengah masyarakat. Kemudian, ada penganugerahan tanda kehormatan Khodimul Ummah, bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang telah berdedikasi.
KH. Ma’ruf Amin: Ulama Harus Melek Zaman
KH. Ma’ruf Amin memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah MUI Kabupaten Bogor. Beliau menekankan pentingnya peran ulama dalam membina umat, tidak hanya dalam urusan agama, tapi juga dalam merespons tantangan zaman. Ulama, menurutnya, memiliki tanggung jawab ganda: mendekatkan diri kepada Allah (niizak rabbani) dan menjaga keutuhan bangsa (niizak waqtani). Ini berarti ulama harus mampu membaca situasi sosial, politik, dan ekonomi, serta memberikan solusi yang relevan.