EventBogor.com – Jakarta, H+2 Lebaran, sebuah pemandangan yang kontras menyambut kita. Jika biasanya Jalan Jenderal Sudirman menjadi ‘medan perang’ dengan dentuman klakson dan tumpukan kendaraan, kini ia menjelma menjadi jalur yang begitu tenang. Apakah ini pertanda Jakarta sedang beristirahat sejenak, atau sekadar momen langka sebelum kembali ke ‘pertempuran’ sehari-hari?
Bayangkan Anda baru keluar dari stasiun MRT, atau turun dari busway. Mata Anda langsung disambut oleh hamparan aspal yang ‘lega’. Tak ada lagi kemacetan yang mengular, tak ada lagi suara bising yang memekakkan telinga. Hanya ada sedikit kendaraan yang melintas, seolah kota sedang berbisik, “Selamat datang di Jakarta yang berbeda”.
Jejak ‘Pemain Inti’ di Tengah Keheningan
Laporan dari Disway.ID menunjukkan bahwa pada pukul 16.00-17.00 WIB, arus lalu lintas di Jalan Sudirman begitu lancar. Sebuah pemandangan yang sulit dipercaya, mengingat jam tersebut biasanya menjadi ‘neraka’ bagi para pengendara. Bahkan, suara khas penjual kopi keliling pun tak terdengar, seolah mereka ikut ‘mengungsi’ dari hiruk pikuk kota.
Lantas, siapa saja yang masih ‘bertahan’ di Jakarta saat momen Lebaran seperti ini? Jawabannya adalah ‘pemain inti’, mereka yang tak punya pilihan selain tetap menjalankan aktivitas sehari-hari. Mungkin ada yang harus bekerja, atau sekadar memenuhi kebutuhan mendesak. Namun, secara keseluruhan, Jakarta terasa jauh lebih ‘lapang’.