EventBogor.com – Gemuruh GBK pecah, tapi bukan untuk perayaan kemenangan. Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Bulgaria dengan skor tipis 0-1 dalam laga final FIFA Series 2026 yang menegangkan. Kekalahan ini menyisakan luka, bukan karena perbedaan kualitas yang mencolok, melainkan karena Garuda tampil begitu dominan, namun takdir seolah enggan berpihak.

Dominasi yang Berujung Pilu

Bayangkan Anda adalah suporter yang memadati stadion. Sejak menit pertama, serangan Garuda mengalir deras. Permainan cepat, umpan-umpan terukur, dan penguasaan bola yang memukau membuat Bulgaria lebih banyak bertahan. Peluang demi peluang tercipta, namun dewi fortuna seolah enggan tersenyum pada perjuangan anak asuh John Herdman.

Ole Romeny nyaris membuka keunggulan, begitu juga Rizky Ridho dengan tendangan kerasnya. Namun, mistar gawang seolah menjadi penghalang utama. Dominasi tanpa gol, itulah gambaran paling tepat untuk menggambarkan jalannya pertandingan. Sebuah ironi yang begitu membekas di hati para pendukung.

Drama VAR dan Keputusan Kontroversial

Di tengah dominasi, sebuah momen krusial mengubah jalannya pertandingan. Pada menit ke-36, wasit meninjau VAR setelah terjadi kontak di kotak penalti Indonesia. Kevin Diks dinilai melakukan pelanggaran saat mencoba menyapu bola. Keputusan pun diambil: penalti untuk Bulgaria.

Dua menit berselang, Marin Petkov, dengan ketenangan yang mengagumkan, berhasil menaklukkan Emil Audero Mulyadi. Gol. Bulgaria unggul 1-0. Stadion yang tadinya bergemuruh, kini diselimuti keheningan. Sebuah keputusan yang memicu perdebatan, namun itulah kenyataan yang harus diterima.

BACA JUGA :  Drama di Naples: Chelsea Lolos, Napoli Gigit Jari di Liga Champions!