**Eventbogor.com -** Menko Perekonomian Airlangga Hartarto secara blak-blakan memperingatkan bahwa Indonesia wajib mengejar pertumbuhan ekonomi di level 6 hingga 7 persen agar mimpi menjadi negara maju tidak sekadar menjadi angan-angan.
Pernyataan ini seolah menjadi jawaban atas keraguan banyak pihak, termasuk Bank Dunia yang baru-baru ini menyampaikan permohonan maaf terkait kekeliruan proyeksi ekonomi mereka terhadap tanah air.
Purbaya Yudhi Sadewa bahkan dengan penuh percaya diri menyatakan bakal membuktikan bahwa data yang dimiliki pemerintah jauh lebih kuat dibandingkan ramalan lembaga internasional tersebut.
Namun, realita di pasar modal tampak sedikit kontras karena evaluasi terbaru MSCI justru membuat harga saham DSSA dan BREN terjun bebas hingga memicu kekhawatiran para investor lokal.
Selain urusan makro, masyarakat juga perlu bersiap dengan rencana pengenaan PPN jalan tol yang ditargetkan mulai dieksekusi pada 2028 setelah sempat tertunda selama satu dekade.
Sektor industri pun sedang tidak baik-baik saja, terutama bisnis percetakan yang terpukul kenaikan harga bahan baku hingga 20 persen akibat krisis global yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Kabar mengejutkan juga datang dari Silicon Valley, di mana era kepemimpinan Tim Cook di Apple resmi berakhir setelah 15 tahun dan tongkat estafet kini beralih ke tangan John Ternus.
Di dalam negeri, perdebatan soal wacana larangan total vape semakin meruncing karena Komisi VII DPR mengingatkan risiko hilangnya mata pencaharian bagi lebih dari 100 ribu orang.
Untungnya, di tengah hiruk-pikuk tersebut, semangat Hari Kartini masih terasa kental lewat berbagai inisiatif pemberdayaan ribuan perempuan yang dilakukan oleh Pertamina, Telkom, hingga BNI.
Inovasi tetap menjadi kunci utama bagi para pelaku usaha untuk bertahan, mulai dari ekspor turunan kelapa yang melaju kencang hingga pemanfaatan AI real-time dalam layanan digital perbankan.