Eventbogor.com – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor mengajukan dana sebesar Rp23,9 miliar untuk penataan Museum Pajajaran sebagai bagian dari upaya revitalisasi cagar budaya dan peningkatan kualitas edukasi sejarah lokal.

Anggaran tersebut ditujukan untuk pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat guna mendukung transformasi museum menjadi pusat edukasi dan wisata budaya yang lebih representatif.

Langkah ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat identitas kota melalui pelestarian warisan budaya dan sejarah Kerajaan Pajajaran.

Revitalisasi Museum Pajajaran tidak hanya mencakup perbaikan fisik gedung, tetapi juga pengembangan konten pameran, sistem informasi digital, dan peningkatan aksesibilitas bagi pengunjung dari berbagai kalangan.

Sejalan dengan upaya ini, Museum Sri Baduga di Bandung juga akan menggelar pameran khusus sejarah peradaban Tatar Sunda mulai 17 Juni 2026.

Pameran tersebut menjadi bagian dari strategi lebih luas untuk memperkenalkan jejak budaya Sunda kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap akar sejarah lokal sekaligus mendukung pariwisata berbasis budaya di Jawa Barat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga terus mendorong pengakuan budaya lokal melalui daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTB) sebagai bentuk perlindungan dan penghargaan terhadap tradisi yang hidup di masyarakat.

Langkah ini mencerminkan komitmen berkelanjutan dalam mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan budaya yang tersebar di seluruh wilayah Jabar.

BACA JUGA :  Museum Pajajaran Bogor Diresmikan pada HJB ke-544, Wadah Baru Pelestarian Budaya Sunda

Dengan integrasi teknologi dan narasi sejarah yang lebih kuat, museum diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan artefak, tetapi juga ruang interaktif bagi pembelajaran sejarah.

Upaya penataan Museum Pajajaran dan penyelenggaraan pameran sejarah Tatar Sunda menjadi contoh nyata bagaimana sektor kebudayaan ditempatkan sebagai pilar penting dalam pembangunan daerah.

Di tengah tantangan anggaran, inisiatif seperti ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan pusat dalam melestarikan identitas budaya.

Masyarakat juga diharapkan semakin aktif dalam menjaga dan mempromosikan nilai-nilai sejarah yang menjadi fondasi keberagaman dan kekuatan sosial di Jawa Barat.