Eventbogor.com – Mengelola wilayah sepadat dan sekompleks Jakarta Barat memang bukan perkara enteng bagi siapa pun. Iin Mutmainah, sang Wali Kota, menyadari betul bahwa memimpin kawasan heterogen ini butuh ramuan khusus antara ketegasan dan kelembutan hati. Gaya kepemimpinannya yang luwes namun tetap berpegang teguh pada aturan menjadi ciri khas yang membuatnya disegani sekaligus dicintai warga. Ia membuktikan bahwa sosok pemimpin perempuan mampu menavigasi dinamika kota yang keras dengan cara-cara yang lebih manusiawi.
Dalam perjalanan kariernya, Iin ternyata memiliki dua sosok mentor bayangan yang menjadi kiblatnya dalam memimpin daerah. Nama pertama adalah Sylviana Murni, sosok senior di Pemprov DKI Jakarta yang juga tercatat sebagai wali kota perempuan pertama di ibu kota. Bagi Iin, Sylviana adalah bukti nyata bahwa pendekatan persuasif bisa sangat efektif meski berada di lingkungan yang cenderung kaku. Kecerdasan dan sisi humanis Sylviana inilah yang kemudian menjadi mercusuar bagi Iin sejak ia masih menjabat sebagai lurah.
Tak hanya itu, Iin juga menaruh rasa hormat yang besar kepada mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Dari Risma, ia memetik pelajaran berharga mengenai keberanian untuk turun langsung ke lapangan atau yang akrab disebut blusukan. Iin sangat terkesan dengan bagaimana Risma memahami setiap detail persoalan di lapangan dan mengeksekusinya dengan sangat presisi. Perpaduan nilai-nilai dari kedua tokoh hebat inilah yang terus ia asah untuk diterapkan di Jakarta Barat demi pelayanan publik yang lebih baik.
Namun, jika bicara soal akar karakter, Iin menyebut sang ibulah yang menjadi pondasi utama dalam membentuk jati dirinya hingga saat ini. Sang ibu selalu menekankan pentingnya bagi seorang perempuan untuk memiliki ilmu pengetahuan yang luas serta jati diri yang kuat agar bisa bersaing secara sehat. Didikan ibunya mengajarkan bahwa kelembutan tidak boleh diartikan sebagai kelemahan, melainkan sebuah kekuatan untuk tetap tegas tanpa harus menggunakan kekerasan. Prinsip inilah yang membawa Iin meraih karier cemerlang di pemerintahan daerah.
Sejak resmi mengemban amanah sebagai Wali Kota Jakarta Barat pada akhir 2025 lalu, Iin konsisten menerapkan gaya kepemimpinan yang lebih mengedepankan dialog. Salah satu contoh nyatanya adalah saat ia menangani masalah penyerobotan lahan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kalideres yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Ketimbang menggunakan cara-cara represif yang berpotensi menimbulkan konflik, ia justru memilih jalur persuasif untuk mengembalikan fungsi lahan tersebut. Baginya, setiap kebijakan harus diambil dengan kepala dingin dan hati yang tetap memikirkan nasib warga kecil.