Eventbogor.com – Kementerian ESDM resmi meminta uji teknis terhadap Bobibos dari Lemigas, sebagai langkah krusial sebelum produk ini dilepas ke pasar energi nasional.
Tujuan utamanya jelas: memastikan bahwa inovasi bahan bakar berbasis jerami ini benar-benar layak, aman, dan sesuai standar yang berlaku.
Pengujian nanti akan menentukan klasifikasi resmi Bobibos—apakah termasuk dalam kategori bahan bakar minyak atau justru masuk ranah bahan bakar nabati.
Langkah ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga kualitas energi yang beredar, sekaligus membuka ruang bagi inovasi lokal yang andal.
Pertemuan pada 14 April 2026 menjadi titik awal proses verifikasi teknis dan regulasi yang lebih ketat terhadap produk energi alternatif seperti Bobibos.
Semua data teknis harus dikantongi dulu sebelum ada izin edar, agar tidak ada risiko terhadap konsumen maupun infrastruktur energi yang sudah ada.
Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Noor Arifin Muhammad, menekankan bahwa standardisasi adalah harga mati sebelum sebuah produk bisa digunakan secara luas.
Kata dia, tanpa verifikasi resmi, tak boleh ada asumsi bahwa suatu inovasi otomatis siap pakai di lapangan.
Lemigas, sebagai lembaga otoritatif di bidang pengujian migas, kini memegang kendali penilaian kelayakan Bobibos.
Mereka yang akan menguji performa, emisi, stabilitas, serta kompatibilitas bahan bakar ini dengan mesin dan sistem distribusi yang ada.