Pemerintah juga menyiapkan skenario stimulus fiskal tambahan jika indikator pertumbuhan menunjukkan tanda-tanda perlambatan di tengah tekanan eksternal.
Niatnya jelas: menjaga daya beli rakyat sekaligus memastikan roda ekonomi tetap berputar stabil.
Dengan posisi saldo anggaran yang masih kuat—disebut mencapai lebih dari Rp420 triliun—pemerintah punya ruang gerak lebih leluasa dalam merancang insentif ekonomi tanpa membahayakan stabilitas fiskal.
Selain itu, upaya menarik investasi melalui penawaran 116 blok migas kepada pelaku usaha global juga diharapkan bisa mendongkrak produksi dan pendapatan negara dalam jangka menengah.
Lepas dari segala tantangan, optimisme pemerintah bukan tanpa alasan, melainkan didukung oleh fondasi ekonomi yang relatif tangguh dan likuiditas perbankan yang masih terjaga dengan baik.
Bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa sistem keuangan nasional tetap stabil, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan valuta asing nasabah tanpa tekanan signifikan terhadap nilai tukar.
Dengan kombinasi kebijakan cepat, data-driven, dan koordinasi lintas sektor, Indonesia berusaha membuktikan bahwa pertumbuhan 5,7 persen bukan sekadar angka, tapi target yang realistis bahkan di tengah ketidakpastian global.