Home News Tuntutan Korupsi Kredit Sritex Picu Debat: Apakah Kredit Macet Langsung Bisa Disebut Kerugian Negara?
News

Tuntutan Korupsi Kredit Sritex Picu Debat: Apakah Kredit Macet Langsung Bisa Disebut Kerugian Negara?

Share
Share

Jika piutang belum dinyatakan hilang atau tidak tertagih secara hukum, maka sulit untuk langsung menyimpulkan telah terjadi kerugian yang bisa dikualifikasikan sebagai tindak pidana korupsi.

Apalagi, banyak aset jaminan yang masih dalam proses penilaian, sementara perusahaan juga sedang menjalani proses kepailitan dan penyelesaian secara perdata.

Persoalan lain muncul dari nasib aset-aset yang diagunkan sebagai jaminan kredit.

Jika proses hukum perdata dan restrukturisasi belum selesai, apakah sudah tepat menyeret kasus ini ke ranah pidana?

Beberapa pengamat hukum khawatir langkah ini bisa membuka ruang kriminalisasi terhadap pelaku usaha, terutama saat kondisi bisnis sedang menurun.

Di sisi lain, publik juga berhak mendapatkan kepastian bahwa uang rakyat yang mengalir lewat bank daerah benar-benar dilindungi dari praktik yang ceroboh atau merugikan.

Seperti dalam kasus ini, mantan Direktur Utama Bank DKI, Zainuddin Mappa, juga ikut terseret dan dituntut delapan tahun penjara karena diduga menyetujui kredit padahal debitur tak memenuhi syarat prima.

Ia juga dituntut membayar denda Rp1 miliar dan uang pengganti senilai 50.000 dolar AS.

Kasus ini menunjukkan betapa rumitnya batas antara risiko bisnis, manajemen kredit yang buruk, dan tindak pidana korupsi.

Di tengah tekanan ekonomi global dan tantangan likuiditas perusahaan besar, pengadilan nantilah yang akan memberi titik terang apakah ini benar-benar kasus korupsi atau lebih merupakan konsekuensi dari fluktuasi pasar dan keputusan bisnis yang berisiko.

BACA JUGA :  ASN Bogor: Stop 'Flexing', Prioritaskan Pelayanan & Hidup Sederhana
Share

Explore more

News

Investasi Hilirisasi 2026: Dominasi Mineral Masih Tinggi, Diversifikasi Mulai Terasa di Sektor Lain

Tidak juga. Meski belum menyamai sektor mineral, diversifikasi pelan tapi pasti mulai terlihat di bidang lain. Sektor perkebunan dan kehutanan, misalnya, berhasil menarik...

Weekly Newsletter

Excepteur sint occaecat cupidatat non proident

    Related Articles
    News

    BNI Kembalikan Dana Nasabah Rp28,26 Miliar Lebih Cepat, Publik Soroti Sistem Pengawasan Internal

    Keberhasilan pengembalian dana secara menyeluruh menjadi sinyal positif, namun bukan berarti masalah...

    News

    Dua Kapal Pertamina Tertahan di Selat Hormuz, Pemerintah Gencarkan Diplomasi dengan Iran

    Ketergantungan pada jalur Selat Hormuz membuat manuver logistik harus sangat hati-hati, terlebih...

    News

    Pergantian Komunikasi Istana dan Tantangan Strategi Digital di Era Algoritma

    Tapi di lapangan, informasi justru lebih dulu menyebar lewat grup WhatsApp, komunitas...

    News

    KPK Selidiki Dugaan Suap Cukai Rokok, Modus Pita Palsu Hingga Manipulasi Tarif Terungkap

    KPK menegaskan bahwa peredaran rokok ilegal bukan sekadar persoalan cukai, tetapi bagian...