Eventbogor.com – Warga sekitar bantaran Sungai Cidurian kembali dibuat resah menyusul munculnya dugaan pencemaran air pada Selasa (19/5/2026).

Kejadian ini memicu kekhawatiran lantaran mengingatkan masyarakat pada insiden beberapa bulan sebelumnya, saat air sungai berubah hitam dan banyak ikan ditemukan mati secara massal.

Pencemaran air di Sungai Cidurian dan anak sungainya, termasuk Cikalong, menjadi perhatian serius karena masih digunakan warga untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 16.42 WIB menunjukkan perubahan warna air yang mencurigakan, diduga kuat sebagai dampak dari tumpahan limbah.

Warga melaporkan bahwa bau tidak sedap juga tercium di sekitar aliran sungai, memperkuat dugaan terjadinya kontaminasi.

Insiden serupa pernah terjadi pada Kamis (16/4/2026), ketika Sungai Cidurian di Kecamatan Jasinga ditemukan menghitam dan dipenuhi ikan mati di sejumlah titik.

Saat itu, penyebabnya diduga berasal dari kebocoran kolam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik PTPN IV PKS Cikasungka di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Hujan deras disebut menjadi pemicu longsornya dinding kolam IPAL, yang kemudian menyebabkan limbah meluap ke sungai.

Pihak perusahaan melalui humas yang dikenal sebagai Bang Iwan menyatakan bahwa penanganan langsung dilakukan pasca-longsor.

Tim perusahaan mengerahkan alat berat untuk memperbaiki struktur kolam yang rusak pada hari kejadian.

BACA JUGA :  Bogor Bergerak: Satukan Upaya Kejar Imunisasi Anak, Lindungi Masa Depan