Eventbogor.com – Pengrajin tempe dan tahu di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, kini berada di ujung tanduk akibat kenaikan harga kedelai yang terus melambung.
Para pelaku usaha mikro ini menghadapi tekanan berat karena biaya produksi yang semakin tinggi, sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Kenaikan harga bahan baku utama ini bahkan memaksa sebagian pengrajin menghentikan produksi secara total.
Situasi ini menjadi sorotan nasional setelah Anggota DPD RI Komite IV, Jihan Fahira, melakukan inspeksi mendadak ke sentra produksi di Kampung Lebak Talun, Sabtu (25/4/2026).
Kunjungan tersebut mengungkap realitas pahit yang dialami para pengrajin kecil di tengah krisis ekonomi dan ketergantungan pada kedelai impor.
Di lokasi sidak, para pengrajin secara terbuka menyampaikan keluhan mereka mengenai harga kedelai yang terus merangkak naik dari waktu ke waktu.
Biaya produksi yang membengkak tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual yang signifikan di pasaran.
Banyak dari mereka terpaksa memperkecil ukuran tempe agar tetap bisa menjual dengan harga terjangkau.
Unriah (56), salah satu pengrajin yang masih bertahan, mengungkapkan perjuangannya untuk tetap mempertahankan usaha keluarga.
Ia harus memutar strategi setiap hari demi memastikan dapur tetap menyala dan keluarganya bisa makan.
