Eventbogor.com – Sebanyak 300 kios dan los di lantai 1 Pasar Jambu Dua, Kota Bogor, hingga kini masih kosong dan belum terisi oleh pedagang.

Pasar yang dibangun sebagai solusi relokasi pedagang dari eks Pasar Bogor ini dinilai belum dimanfaatkan secara optimal oleh Pemerintah Kota Bogor.

Banyak pedagang kaki lima (PKL) yang sebelumnya berjualan di sekitar kawasan Pasar Bogor mengaku siap untuk dipindahkan ke lantai 1 Pasar Jambu Dua.

Mereka menilai keberadaan kios kosong tersebut merupakan peluang besar untuk meningkatkan kenyamanan berjualan dan menarik lebih banyak pembeli.

Selama ini, para PKL menghadapi tantangan seperti ketidakpastian lokasi berjualan dan ancaman penertiban oleh petugas.

Dengan adanya tempat yang lebih layak seperti di Pasar Jambu Dua, mereka berharap bisa berjualan secara tertib dan berkelanjutan.

Salah satu perwakilan pedagang, Asep Supriatna, menyampaikan bahwa banyak rekan sesama PKL yang antusias untuk menempati kios kosong tersebut.

Kami siap membayar sewa dan mematuhi aturan, asalkan diberi kepastian dan perlindungan dari pemerintah, ujarnya.

Menurutnya, pengisian kios kosong bukan hanya menguntungkan pedagang, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi pemerintah kota melalui pendapatan retribusi.

Kondisi lantai 1 yang sepi dinilai memengaruhi citra pasar secara keseluruhan dan mengurangi daya tarik pengunjung.

Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian sebelumnya menyatakan bahwa proses relokasi harus dilakukan secara bertahap dan terencana.

BACA JUGA :  RAC PERADI Cibinong: Pertemuan Advokat di Sentul, Siap Gebrak 2025

Mereka menekankan pentingnya keterlibatan pedagang dalam sosialisasi dan penataan pasar agar tidak terjadi penolakan atau kegagalan implementasi.

Namun, hingga pertengahan 2026, belum ada langkah konkret yang diambil untuk mengisi ratusan kios tersebut.

Pihak pengelola pasar juga mengakui adanya keterlambatan dalam proses pendataan dan verifikasi pedagang yang berhak menempati kios.

Proses ini harus transparan agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di antara pedagang, kata seorang staf pengelola.

Beberapa pedagang berharap Pemkot Bogor segera mengambil keputusan tegas dan membuka akses bagi PKL eks Pasar Bogor untuk menempati lantai 1.

Mereka menilai keberadaan pasar modern tidak akan berfungsi optimal jika hanya menjadi bangunan kosong tanpa aktivitas ekonomi.

Keberpihakan terhadap pedagang kecil dinilai penting dalam upaya pemulihan ekonomi lokal pasca pandemi.

Pasar Jambu Dua memiliki potensi menjadi pusat perekonomian baru di wilayah Bogor Selatan jika dikelola dengan baik.

Pengisian kios juga bisa menjadi bagian dari program penataan kota yang lebih luas, termasuk penertiban PKL di trotoar dan ruang publik.

Sinergi antara pemerintah, pedagang, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan revitalisasi pasar tradisional di era digital.

Eventbogor.com – Pasar Jambu Dua bisa menjadi contoh sukses jika pengelolaan dilakukan secara inklusif dan berkelanjutan.