Eventbogor.com – Ratusan siswa di SDN Cadas Leueur, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kini terpaksa menjalani proses belajar mengajar dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Kerusakan parah pada struktur bangunan sekolah, termasuk atap yang rapuh dan plafon yang kerap runtuh, menjadi ancaman nyata terhadap keselamatan siswa dan guru.

Kondisi sekolah yang nyaris tidak layak huni ini menjadi sorotan tajam terkait kualitas infrastruktur pendidikan di wilayah terpencil Bogor.

Dengan [Masukkan Keyword Utama] sebagai fokus utama, artikel ini mengupas lebih dalam kondisi darurat yang dialami SDN Cadas Leueur serta upaya yang telah dilakukan untuk mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.

Sebagian besar bangunan sekolah saat ini berusia puluhan tahun dan belum pernah mendapatkan renovasi menyeluruh.

Material genteng dan plafon kerap jatuh tanpa peringatan, bahkan beberapa kali menimpa siswa dan guru saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.

Hj. Juhaeriyah, Kepala SDN Cadas Leueur, menyatakan bahwa hampir semua ruangan mengalami kerusakan struktural yang serius.

“Hampir seluruh bangunan sekolah sudah lapuk dan sangat membahayakan. Guru maupun siswa beberapa kali tertimpa material genteng dan plafon yang berjatuhan,” ujarnya pada Kamis (2/7/2026).

Dua ruang kelas kini dinyatakan tidak layak pakai dan dikosongkan karena dikhawatirkan ambruk sewaktu-waktu.

Akibat keterbatasan ruang, ratusan siswa harus belajar secara bergiliran dalam sistem shift di tiga kelas yang masih bertahan.

BACA JUGA :  Flyover Latumenten Bikin Macet: DPRD DKI Minta Dishub Bertindak Cepat

Pembagian waktu belajar ini berdampak langsung pada kualitas pendidikan, karena jam pelajaran menjadi terpotong dan konsentrasi siswa terganggu.

Meski kondisi sangat terbatas, para guru tetap berkomitmen menjalankan tugasnya demi masa depan para murid.

Pihak sekolah telah berkali-kali mengajukan permohonan pembangunan gedung baru ke berbagai instansi terkait.

Permohonan diajukan ke pemerintah desa, kecamatan, Dinas Pendidikan, hingga Bappeda Litbang Kabupaten Bogor.

Namun hingga tahun 2026, belum ada tindak lanjut konkret dari pihak manapun.

“Setiap tahun kami mengajukan pembangunan. Jawaban yang diterima selalu sama, yaitu karena efisiensi anggaran,” keluh Juhaeriyah.

Ia menegaskan bahwa kondisi SDN Cadas Leueur saat ini lebih kritis dibandingkan SDN Ciketug yang sempat viral karena bangunannya ambruk.

“Padahal kondisi ruang guru, ruang kepala sekolah, dan dua ruang kelas sudah tidak layak digunakan,” tambahnya.

Keberlangsungan pendidikan di sekolah ini kini bergantung pada upaya darurat dan kesabaran warga sekolah.

Tidak ada fasilitas darurat atau relokasi sementara yang disediakan oleh pemerintah daerah.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada ruang kelas, tetapi juga merembet ke ruang administrasi dan ruang kerja guru.

Ini membuat proses pengelolaan sekolah menjadi semakin rumit dan tidak efisien.

Masyarakat setempat berharap kondisi ini segera mendapat respons cepat dari pemerintah kabupaten.

Mereka khawatir jika tidak ada intervensi segera, kejadian tragis seperti ambruknya bangunan sekolah di daerah lain bisa terulang.

BACA JUGA :  Bogor Dekat dengan Warganya: HUT RI Jadi Momentum Pelayanan Publik Tanpa Jarak

Pendidikan adalah hak dasar setiap anak, dan akses terhadap lingkungan belajar yang aman merupakan bagian dari hak tersebut.

Kasus SDN Cadas Leueur menjadi cerminan tantangan besar dalam pemerataan kualitas pendidikan di Jawa Barat.

Perhatian terhadap [Masukkan Keyword Utama] harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata, bukan sekadar program di atas kertas.

Semoga dengan sorotan ini, pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memastikan keselamatan dan hak belajar para siswa di SDN Cadas Leueur tetap terjaga.