EventBogor.com – Kabar baik datang bagi para pengguna setia Transjakarta! Di tengah isu pemangkasan subsidi transportasi publik, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan kepastian yang melegakan. Beliau menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada keputusan terkait kenaikan tarif Transjakarta. Pernyataan ini tentu menjadi angin segar bagi warga Jakarta yang sangat bergantung pada transportasi publik untuk mobilitas sehari-hari.
Keputusan ini menjadi krusial mengingat subsidi yang diberikan pemerintah daerah untuk Transjakarta mengalami perubahan. Penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini diungkapkan langsung oleh Gubernur Pramono pada Minggu, 11 Januari 2026, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan bahwa pembahasan khusus mengenai kenaikan tarif belum dilakukan.
Tarif Rp3.500: Sejarah Panjang yang Perlu Diapresiasi
Perlu diingat bahwa tarif Transjakarta sebesar Rp3.500 telah menjadi harga mati sejak tahun 2005. Ini berarti, selama lebih dari dua dekade, masyarakat Jakarta menikmati tarif yang relatif terjangkau untuk layanan transportasi publik yang vital ini. Tentu saja, kebijakan ini sangat membantu meringankan beban biaya transportasi bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki ketergantungan tinggi pada transportasi umum.
Namun, di balik tarif yang bersahabat ini, terdapat tantangan yang tidak bisa dianggap remeh. Tanpa adanya subsidi dari pemerintah, tarif keekonomian Transjakarta diperkirakan mencapai Rp13 ribu per penumpang. Selisih yang cukup besar ini menunjukkan betapa krusialnya peran subsidi dalam menjaga keberlangsungan operasional Transjakarta dan menjaga tarif tetap terjangkau bagi masyarakat.