EventBogor.com – Suara azan berkumandang, mentari pagi menyinari halaman Masjid Jami’ Daarunnadwa di Desa Cikeas, Sukaraja. Namun, Jumat kali ini berbeda. Bukan hanya jamaah yang memenuhi saf, hadir pula Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mewakili Bupati Rudy Susmanto, dalam kegiatan rutin yang kini menjadi napas baru pemerintahan: Jumat Keliling (Jumling).
Kenapa Jumling Lebih dari Sekadar Rutinitas?
Bayangkan ini: Anda adalah warga yang hidup di tengah kesibukan sehari-hari. Mungkin keluhan soal jalan rusak, kesulitan akses pendidikan, atau harapan akan lapangan kerja yang lebih baik, terpendam dalam benak. Nah, Jumling hadir sebagai jembatan, sarana pemerintah untuk langsung ‘turun gunung’ menyapa, mendengarkan, dan merasakan denyut nadi kehidupan warganya.
Seperti yang disampaikan Sekda Ajat, Jumling bukan sekadar seremonial. Ini adalah momen krusial untuk membuka ruang dialog, menyerap aspirasi, dan merespons kebutuhan konkret masyarakat. Hadirnya para pejabat daerah, mulai dari Bupati hingga jajaran Forkopimcam, menunjukkan komitmen nyata untuk hadir di tengah-tengah warganya. Bukan hanya menyampaikan pidato, tapi juga berinteraksi langsung, mendengar keluh kesah, dan mencari solusi bersama.