EventBogor.com – Macet, debu, dan suara bising alat berat. Begitulah potret Jakarta yang seolah tak pernah lepas dari proyek galian. PAM Jaya, penyedia air bersih di Jakarta, mengungkap alasan mengapa aktivitas ini terus berulang. Ternyata, jawabannya lebih kompleks dari sekadar ‘perbaikan rutin’.
Kenapa Galian Seolah Tak Ada Akhir?
Bayangkan Anda sedang asyik berjalan kaki, tiba-tiba harus memutar karena trotoar digali. Atau, sedang terburu-buru ke kantor, eh, macet total gara-gara ada galian di tengah jalan. Keluhan seperti ini sudah menjadi santapan sehari-hari warga Jakarta. Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menjelaskan akar masalahnya: Jakarta belum memiliki Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).
SJUT adalah konsep infrastruktur bawah tanah yang sangat cerdas. Bayangkan sebuah ‘terowongan raksasa’ di bawah kota, tempat semua kabel telekomunikasi, listrik, dan pipa utilitas lainnya tertata rapi. Dengan SJUT, tak perlu lagi menggali jalanan untuk memasang atau memperbaiki jaringan. Cukup akses dari satu titik, pekerjaan selesai, jalanan kembali mulus.
SJUT: Mimpi Indah yang Belum Jadi Nyata
Kota-kota modern di dunia, seperti Seoul atau Singapura, sudah lama memiliki SJUT. Mereka bisa dengan mudah melakukan perawatan jaringan tanpa mengganggu aktivitas warga. Jakarta? Kita masih berkutat dengan galian yang tak berkesudahan.