EventBogor.com – Hujan deras, sungai meluap, rumah kebanjiran. Itulah gambaran pilu yang kerap menghantui warga Bekasi. Melihat kondisi ini, DPRD Kota Bekasi tak tinggal diam. Mereka mengusulkan langkah konkret untuk ‘menjebol’ lingkaran setan banjir yang tak kunjung usai.

Kenapa Ini Penting Sekarang?

Bayangkan, Anda baru saja membeli rumah impian. Baru beberapa bulan ditempati, eh, datang banjir yang merendam seluruh perabotan. Kerugian materi, trauma, dan kerepotan tak berujung. Inilah alasan krusial mengapa penanganan banjir di Bekasi harus menjadi prioritas utama. Intensitas hujan yang tinggi dan kondisi geografis kota yang dilintasi banyak sungai membuat Bekasi sangat rentan. Jangan sampai impian memiliki rumah nyaman berakhir dengan mimpi buruk.

Membedah Usulan DPRD: Apa Saja?

DPRD Kota Bekasi tak hanya berwacana. Mereka menawarkan solusi konkret: normalisasi Sungai Bekasi dan pembangunan kolam retensi. Mari kita bedah satu per satu:

1. Normalisasi Sungai: Kembalikan ‘Kapasitas’ Sungai

Sungai Bekasi, urat nadi kehidupan kota, kini seringkali ‘kelebihan beban’. Sedimen, sampah, dan penyempitan akibat pembangunan mengurangi kapasitasnya menampung air. Normalisasi, alias pengerukan dan pelebaran sungai, menjadi krusial. Ibarat saluran air di rumah yang tersumbat, sungai perlu dibersihkan agar air dapat mengalir lancar. Dengan begitu, risiko banjir akibat luapan sungai bisa ditekan.

2. Kolam Retensi: Penampung Darurat Ala Bekasi

Kolam retensi, atau sering disebut polder, adalah ‘waduk mini’ yang berfungsi menampung kelebihan air. DPRD mengusulkan pembangunan kolam retensi di lahan milik Perum Jasa Tirta (PJT). Ini ibarat punya ’ember raksasa’ yang siap menampung air hujan berlebih. Air yang tertampung kemudian bisa dialirkan secara bertahap ke sungai atau dimanfaatkan untuk keperluan lain, sehingga mengurangi risiko banjir.

BACA JUGA :  Purbaya Siap Pangkas Anggaran MBG Kalau Penyerapan Masih Lemot

Apa Artinya Bagi Kantong Anda?