EventBogor.com – Bapak Camat Tajurhalang, Ivan Pramudia, tampak gelisah. Bukan karena masalah birokrasi, tapi karena pemandangan yang tak kunjung berubah: sampah liar berserakan di berbagai sudut kecamatan. Sudah berkali-kali diangkut, tetap saja, tumpukan sampah kembali menghiasi jalanan. Sebuah pemandangan yang tak hanya merusak estetika, tapi juga menyiratkan masalah yang lebih dalam.
‘Keenakan’ Buang Sampah Sembarangan?
Bayangkan Anda baru saja keluar dari mobil, berniat menikmati udara segar di pagi hari. Tapi, bukannya pemandangan hijau yang menyambut, mata Anda justru disambut oleh tumpukan sampah yang menggunung. Kantong plastik bertebaran, sisa makanan teronggok, dan aroma tak sedap menguar. Itulah gambaran yang kini kerap ditemui di beberapa titik di Tajurhalang, khususnya di Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang) dan jalan inpres Desa Sasakpanjang.
Camat Ivan Pramudia mengungkapkan kekesalannya. “Kita angkut, tapi masih ada aja yang buang sampah. Seakan yang buang sampah merasa keenakan,” ujarnya. Sebuah pernyataan yang menggambarkan betapa frustasinya upaya pemerintah daerah dalam mengatasi masalah ini. Seolah, imbauan, sanksi, dan pengangkutan tak cukup ampuh untuk mengubah kebiasaan buruk masyarakat.
Lebaran Usai, Sampah Menumpuk
Menurut Pengawas UPT Wilayah Cibinong DLH Kabupaten Bogor, Hasan, sampah yang menggunung ini diduga menumpuk pasca libur lebaran. Libur panjang memang kerap kali menjadi ‘momentum’ bagi peningkatan volume sampah. Mungkin karena meningkatnya aktivitas warga, atau karena kurangnya kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Hari ini, DLH bahkan mengerahkan tiga unit truk untuk mengangkut sampah-sampah tersebut.