EventBogor.com – Sabtu malam kelabu di Desa Pangaur, Jasinga, Bogor, berubah menjadi mimpi buruk. Banjir bandang datang menerjang, menyapu bersih infrastruktur dan permukiman warga. Kini, puing-puing bangunan menjadi saksi bisu tragedi yang merenggut tempat bernaung. Lantas, bagaimana nasib para korban, dan apa yang bisa kita lakukan?
Bayangkan, Anda baru saja selesai makan malam, bersantai di rumah. Tiba-tiba, suara gemuruh air memecah keheningan. Detik berikutnya, rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh, luluh lantak diterjang banjir. Inilah yang dialami warga Kampung Pangaur, RT 01 dan 02. Lima rumah rusak, dua di antaranya hancur tak bersisa.
Penderitaan yang Tak Berujung
Dua keluarga, termasuk lansia bernama Suhe dan keluarga Satiri, kini mengungsi ke rumah kerabat. Rumah mereka, tempat menyimpan kenangan, kini tak lagi aman untuk ditinggali. Tiga rumah lainnya juga bernasib sama, meski para penghuni masih bertahan di lokasi karena keterbatasan pilihan. Kondisi ini sungguh memilukan, menyayat hati.
Sekretaris Desa Pangaur, Agus Hapipuddin, mengakui bahwa pemerintah desa terus berupaya memberikan dukungan moral. “Kami berusaha terus mendampingi dan menyemangati warga agar tetap tabah dalam kondisi ini,” ujarnya. Namun, dukungan moral saja tentu tak cukup. Kebutuhan mendesak mereka adalah tempat tinggal yang layak dan aman.