**Eventbogor.com – ** Kabar terbaru dari gedung KPK menyebutkan kalau dugaan kasus impor belakangan ini justru jadi titik balik buat memperkuat sistem di Bea Cukai agar lebih transparan ke depannya.
Sementara itu, Menko Airlangga Hartarto mengingatkan kalau Indonesia nggak boleh main-main dengan angka karena kita butuh pertumbuhan ekonomi minimal 6,7 persen supaya target jadi negara maju nggak cuma sekadar mimpi.
Di sisi lain, Purbaya Sadewa malah lagi semangat-semangatnya membuktikan kalau prediksi pesimis Bank Dunia soal ekonomi kita itu salah besar, apalagi setelah lembaga internasional itu sempat menyampaikan permintaan maafnya.
Urusan perut juga lagi ramai dibahas karena Soto Banjar sekarang sedang dipersiapkan untuk menjadi wajah baru identitas kuliner Indonesia di mata dunia lewat program diplomasi gastronomi.
Beralih ke urusan daerah, para dokter spesialis di Siak lagi curhat soal tambahan penghasilan mereka, yang langsung direspons asisten penasihat khusus Presiden dengan menyoroti kondisi fiskal daerah tersebut.
Masalah keamanan juga nggak luput dari perhatian serius, di mana Natalius Pigai dengan tegas meminta para pelaku penembakan warga di Papua untuk segera menyerahkan diri sebelum negara bertindak lebih jauh.
Ada juga kabar unik dari Jakarta, Wagub Rano Karno sempat kena kritik gara-gara cara penanganan ikan sapu-sapu yang kurang pas, meski beliau sebenarnya punya ide menarik untuk meniru Brasil yang mengolah ikan itu jadi arang.
Di sektor perdagangan, OJK baru saja melepas pengiriman produk turunan kelapa dari Sumatera Selatan senilai Rp16 miliar, sebuah angin segar di tengah tantangan ekonomi global yang sedang tidak menentu.
Ngomongin soal tantangan, industri percetakan kita ternyata lagi babak belur karena harga bahan baku melonjak sampai 20 persen akibat krisis dunia, sehingga memaksa para pengusaha buat putar otak lewat inovasi.
Sektor otomotif juga lagi dinamis banget, mulai dari langkah Honda yang mulai jualan mobil listrik buatan China di pasar Jepang, sampai kabar kurang enak soal anjloknya penjualan kendaraan di negara-negara tetangga.