**Eventbogor.com -** Memasuki pengujung April 2026, wajah sektor energi kita tampak sangat dinamis dengan berbagai terobosan besar sekaligus tantangan global yang tak bisa dianggap remeh. Menteri Keuangan Purbaya baru-baru ini memberikan jaminan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi tidak akan sampai memicu lonjakan inflasi yang mengkhawatirkan. Meskipun pasar sedang bergejolak, Pertamina tetap berusaha menjaga daya beli dengan mempertahankan harga Pertamax di angka Rp12.300 per liter. Di sisi lain, ketegasan hukum sedang diperlihatkan setelah Bareskrim Polri berhasil menjaring ratusan tersangka yang terlibat dalam penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi. Langkah berani juga diambil Presiden Prabowo yang mematok target ambisius pembangunan pembangkit listrik tenaga surya sebesar 17 gigawatt pada tahun ini. Kabar menggembirakan datang dari Kalimantan Timur, di mana penemuan cadangan gas raksasa di Blok Ganal diprediksi bakal memperkuat kedaulatan energi nasional. Namun, situasi di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian serius karena sempat membuat harga minyak mentah dunia melonjak hingga menembus angka 100 dolar AS per barel. Untuk menyiasati ketidakpastian tersebut, Menteri Bahlil Lahadalia memastikan bahwa impor minyak mentah dari Rusia sudah mulai mengalir masuk ke Indonesia sejak bulan ini. Tak hanya soal fosil, upaya transisi energi hijau kian gencar dilakukan lewat proyek bioetanol di Lampung serta percepatan pengolahan sampah menjadi energi. Sektor pertambangan pun tak kalah berkilau, terutama setelah ditemukannya cadangan emas baru yang cukup signifikan di wilayah Tambang Pani.