Eventbogor.com – Memasuki tahun 2026, geliat ekonomi hijau di Indonesia bukan lagi sekadar wacana di atas kertas, melainkan sudah menjadi mesin penggerak utama bagi berbagai sektor industri tanah air.
Sandiaga Uno sendiri melihat ada potensi luar biasa besar yang bisa digali dari sektor berkelanjutan ini, mengingat Indonesia punya modal kekayaan alam yang sangat melimpah untuk dikonversi menjadi nilai ekonomi.
Salah satu gebrakan nyata di lapangan datang dari SIG yang sukses memangkas penggunaan batu bara hingga 467 ribu ton berkat peralihan masif ke bahan bakar alternatif yang jauh lebih ramah lingkungan.
Langkah serupa juga diikuti oleh raksasa industri lain seperti Chandra Asri, Antam, dan Jababeka yang semuanya sukses menyabet penghargaan PROPER Hijau atas komitmen konsisten mereka dalam menjaga ekosistem sekitar wilayah operasional.
Bahkan, Inalum dan Pupuk Kaltim berhasil melompat lebih jauh dengan meraih predikat PROPER Emas, sebuah bukti otentik bahwa kepatuhan terhadap lingkungan di level korporasi sudah melampaui standar dasar yang ditetapkan pemerintah.
Kabar menggembirakan juga datang dari sektor panas bumi, di mana Pertamina Geothermal Energy (PGEO) area Ulubelu kembali menunjukkan tajinya dengan mempertahankan prestasi emas di ajang PROPER 2026.
Namun, di balik deretan prestasi tersebut, Menteri Lingkungan Hidup sempat melontarkan peringatan bahwa tantangan masih sangat besar karena nyatanya belum sampai sepuluh persen perusahaan di Indonesia yang aktif ikut serta dalam program penilaian lingkungan ini.
Urusan sampah pun kini menjadi prioritas panas di meja pemerintah, terutama untuk wilayah aglomerasi yang memproduksi lebih dari seribu ton limbah setiap harinya.
Danantara kini tengah pasang badan untuk memprioritaskan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di 20 titik strategis demi mengatasi persoalan gunungan sampah yang kian pelik.
Di Pulau Dewata, Pelindo sudah menyiapkan lahan di Benoa untuk mendukung proyek serupa, sementara di Jakarta, Menko Pangan sedang putar otak mencari solusi lahan PSEL guna menangani sekitar 9.000 ton sampah ibu kota setiap harinya.