Eventbogor.com – Gejolak di Selat Hormuz benar-benar membuat napas ekonomi dunia tersengal-sengal belakangan ini akibat perseteruan yang tak kunjung usai antara Amerika Serikat dan Iran.
Donald Trump bahkan dengan gaya bicaranya yang khas sesumbar bisa membersihkan sisa-sisa nuklir Iran hanya dengan mesin pengeruk jika kesepakatan tidak segera tercapai.
Blokade laut yang diterapkan Amerika kini telah mencekik jalur perdagangan minyak hingga membuat kapal-tanker raksasa asal China terpaksa putar balik demi menghindari risiko keamanan.
Di tengah ancaman perang terbuka ini, Pakistan mencoba mengambil peran sebagai juru damai dengan menyiapkan pengamanan super ketat di Islamabad untuk memfasilitasi negosiasi kedua negara.
Namun, upaya mediasi ini dibayangi ketidakpastian besar karena tuntutan dari pihak Gedung Putih dianggap banyak pihak terlalu muluk dan sulit untuk dipenuhi oleh Teheran.
Situasi semakin rumit ketika isu etika menyeret jajaran kabinet Trump hingga menyebabkan pengunduran diri Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat di tengah masa krisis.
Bukan hanya soal politik dan militer, ketegangan ini bahkan merembet ke ranah religi setelah Paus Leo XIV memberikan peringatan keras bagi mereka yang memanipulasi agama demi melegitimasi peperangan.
Kritik Paus tersebut nyatanya tidak disambut baik oleh pihak Gedung Putih yang justru meminta pemimpin tertinggi umat Katolik itu untuk lebih berhati-hati dalam berbicara.
Sementara itu, Indonesia ikut merasakan dampak pahit dari konflik global ini setelah seorang prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB gugur di Lebanon.
Kondisi ini memaksa pemerintah Indonesia untuk bergerak cepat melakukan lobi ke pihak Iran demi menjamin keamanan kapal-kapal Pertamina yang melintasi jalur panas Selat Hormuz.