Eventbogor.com – Jembatan penghubung antara Desa Gobang dan Desa Rabak di Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, ambruk setelah diterjang banjir akibat hujan deras yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Fenomena alam ini menjadi perhatian serius mengingat jembatan tersebut merupakan akses vital bagi warga kedua desa, dan kerusakannya kini mengganggu mobilitas serta aktivitas sehari-hari.
Insiden terjadi pada Rabu, 15 April 2026 sekitar pukul 16.00 WIB, setelah struktur jembatan tidak mampu menahan derasnya aliran Sungai Citempuhan yang meluap sejak Sabtu, 4 April 2026 dini hari.
Pada saat banjir pertama kali terjadi, air sempat menggenangi permukiman warga di Desa Gobang dan menyebabkan kerusakan rumah serta hilangnya sejumlah aset berharga.
Kepala Desa Gobang, Alawi, menyampaikan bahwa satu rumah rusak parah akibat terjangan banjir.
Selain itu, satu unit sepeda motor milik warga dilaporkan hanyut, serta uang tunai dan perhiasan emas juga ikut terbawa arus.
Estimasi kerugian materiil dari kejadian ini mencapai ratusan juta rupiah.
Fasilitas umum seperti TK/PAUD di sekitar lokasi juga terdampak banjir.
Beberapa dokumen penting milik lembaga pendidikan tersebut rusak atau hilang karena terendam air.
Kerusakan jembatan sendiri sebenarnya sudah terjadi secara bertahap sejak dua minggu sebelum ambruk total.
Menurut Alawi, bagian bawah tiang penyangga jembatan sudah hilang terbawa arus sejak awal April 2026.
Pada saat itu, jembatan masih bisa dilalui meski kondisinya mulai membahayakan.
Namun, hujan yang terus-menerus mengguyur wilayah Rumpin memperparah kerusakan struktural.
Pada saat ambruk, sebagian badan jembatan bahkan sudah terendam air sungai.
Jembatan yang memiliki panjang sekitar 32 meter, lebar tiga meter, dan ketinggian lebih dari empat meter dari permukaan air kini tidak dapat dilalui sama sekali.
Baik kendaraan roda dua maupun pejalan kaki dilarang menyeberang karena kondisinya sangat membahayakan.
Putusnya akses ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan warga Desa Gobang dan Desa Rabak.
Alawi menegaskan bahwa kejadian ini merupakan bencana alam yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.
Ia menambahkan bahwa rumah pribadinya pun ikut terendam banjir saat kejadian awal.
Pihak desa telah melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti kondisi darurat ini.
Upaya perbaikan jembatan menjadi prioritas agar akses antar desa dapat segera pulih.
Pemerintah setempat juga mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat musim hujan masih berlangsung hingga pertengahan 2026.
Pemantauan terhadap kondisi sungai dan infrastruktur kritis di sekitar aliran air diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
