Eventbogor.com – Aparat kepolisian akhirnya berhasil mengamankan dua pria yang diduga kuat sebagai pelaku penganiayaan terhadap seorang prajurit TNI Angkatan Darat di area Stasiun Depok Baru. Langkah tegas ini diambil setelah pihak berwajib melakukan serangkaian penyelidikan mendalam guna mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut. Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, menyampaikan bahwa identitas para pelaku terungkap setelah tim penyidik menyisir berbagai petunjuk di lokasi kejadian.
Insiden pengeroyokan yang menimpa anggota TNI berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu) ini memang sempat menarik perhatian publik karena dilakukan di tempat umum. Seluruh tindak-tanduk para pelaku saat kejadian terekam dengan jelas melalui kamera pemantau (CCTV) yang terpasang di sudut-sudut stasiun. Melalui rekaman video tersebut, polisi dengan mudah memetakan siapa saja yang berperan aktif dalam melakukan tindak kekerasan terhadap korban.
Budi mengungkapkan bahwa berdasarkan bukti digital yang dikantongi petugas, setidaknya ada tiga orang yang terlihat melakukan pemukulan secara membabi buta. Pihak kepolisian pun terus bekerja keras untuk memastikan semua yang terlibat mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. “Sampai sekarang, kalau merujuk pada hasil penyelidikan dan rekaman CCTV, ada tiga orang yang diduga sangat aktif melakukan pemukulan,” tutur Budi saat memberikan keterangan pada Minggu, 26 April 2026.
Meskipun dua orang sudah berada di balik jeruji besi, pengejaran terhadap satu pelaku lainnya masih terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan kepolisian. Pihak berwenang optimis bahwa pelaku terakhir akan segera tertangkap dalam waktu yang tidak terlalu lama melalui pengembangan kasus ini. “Yang sudah kami amankan baru dua orang, mudah-mudahan satu sisanya bisa segera menyusul tertangkap besok atau lusa,” tambah Budi dengan penuh keyakinan.
Menariknya, salah satu dari pelaku yang sudah tertangkap diketahui merupakan seorang pria dewasa yang sudah berkeluarga namun nekat menyerang karena emosi sesaat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengeroyokan itu bermula saat pelaku merasa tersinggung karena diberikan teguran oleh sang prajurit TNI. Dari rekaman CCTV, terlihat jelas bahwa pria tersebut merupakan sosok yang paling beringas dalam menyerang hingga menyebabkan korban menderita luka memar yang cukup parah.