Eventbogor.com – PT Daya Intiguna Yasa Tbk, lebih dikenal sebagai MR. D.I.Y. Indonesia, kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan lewat program sosial terbarunya.

Pada 10 April 2026, perusahaan ritel perlengkapan rumah tangga ini meluncurkan inisiatif ‘Menginspirasi Generasi Inovator’ di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur.

Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan MR. D.I.Y. Untuk Indonesia, yang kali ini fokus pada penguatan pendidikan berbasis STEM—Science, Technology, Engineering, and Mathematics—untuk para pelajar.

Ini jadi langkah penting, sekaligus inisiatif pertama dari peritel sejenis di Indonesia yang secara khusus mengusung pembelajaran STEM secara interaktif dan aplikatif.

Dengan pendekatan praktik langsung, siswa tidak hanya diajak memahami teori, tapi juga merakit proyek kreatif dan menyelesaikan simulasi berbasis permasalahan nyata.

Tujuannya jelas: memupuk rasa ingin tahu, melatih kreativitas, serta membangun kemampuan berpikir kritis dan solutif sejak usia dini.

Edwin Cheah, Direktur Utama MR. D.I.Y. Indonesia, mengatakan bahwa akses adalah kunci—baik akses terhadap produk harian maupun akses terhadap pembelajaran yang relevan.

Menurutnya, inisiatif ini hadir untuk membuat pendidikan STEM lebih menyenangkan dan mudah dijangkau, terutama bagi anak-anak di daerah terpencil.

‘Kami ingin anak-anak di seluruh Indonesia bisa tumbuh dengan ruang untuk bereksperimen, belajar, dan berkembang,’ ujarnya.

Peluncuran program di Sumba Timur bukan tanpa alasan—wilayah ini termasuk kawasan 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang menjadi prioritas pembangunan nasional, khususnya dalam sektor pendidikan.

BACA JUGA :  Hobi Anti-Mainstream yang Bisa Jadi Peluang Bisni

Dengan melibatkan 341 siswa dari 10 sekolah berbeda, kegiatan ini juga didukung oleh Yayasan SUKA Indonesia untuk memastikan pelaksanaannya sesuai dengan kebutuhan lokal.

Yonathan Hani, S.Kom., M.AP, Wakil Bupati Sumba Timur, menyambut baik kehadiran program ini.

Ia menilai bahwa metode pembelajaran yang interaktif dan berbasis praktik sangat dibutuhkan untuk melengkapi sistem pendidikan yang ada.

‘Ini memberi pengalaman baru bagi siswa—bukan cuma menghafal, tapi benar-benar mencoba dan mengeksplorasi,’ katanya.

Harapannya, inisiatif ini bisa menumbuhkan minat belajar sekaligus memperkuat keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.

Langkah di Sumba Timur menjadi awal dari rencana ekspansi program ke tingkat nasional, menunjukkan bahwa MR. D.I.Y. tidak hanya berperan sebagai penyedia kebutuhan rumah tangga, tapi juga sebagai mitra dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Dengan pendekatan yang relevan dan kontekstual, perusahaan berharap bisa turut membuka lebih banyak akses bagi generasi muda untuk menjadi inovator bangsa.