Eventbogor.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menggenjot potensi sektor perikanan dan peternakan di enam kecamatan prioritas.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi percepatan pembangunan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.

Keenam kecamatan yang menjadi fokus pengembangan belum diungkap secara rinci, namun diketahui meliputi wilayah dengan akses sumber daya alam yang mendukung budidaya ikan dan ternak.

Pemkab Bogor akan mengalokasikan bantuan sarana produksi, pelatihan teknis, serta pendampingan kepada kelompok tani dan peternak setempat.

Program ini juga sejalan dengan upaya ketahanan pangan daerah yang semakin diperkuat di tahun 2026.

Rudy Susmanto menyampaikan bahwa sektor perikanan dan peternakan memiliki peran strategis dalam menyerap tenaga kerja dan mendukung ekonomi rumah tangga.

“Kami ingin potensi yang ada dimanfaatkan secara maksimal, bukan hanya untuk konsumsi lokal, tetapi juga bisa menembus pasar regional,” ujar Bupati Bogor.

Upaya ini melibatkan kolaborasi antara Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, serta instansi terkait lainnya untuk memastikan program berjalan efektif.

Beberapa inovasi seperti sistem budidaya air tawar intensif dan integrasi pertanian-peternakan juga mulai diperkenalkan di lokasi percontohan.

Targetnya, pada akhir 2026, produktivitas sektor perikanan dan peternakan di enam kecamatan tersebut meningkat minimal 30 persen dari capaian tahun sebelumnya.

Pemkab juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta dan lembaga riset untuk transfer teknologi dan penguatan rantai pasok.

BACA JUGA :  Program Jagung Polres Cimahi Ubah Lahan Terbengkalai Jadi Sumber Pangan Masyarakat

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

“Ini bukan sekadar program, tapi investasi jangka panjang untuk kemandirian pangan dan kesejahteraan petani serta peternak,” tambahnya.

Pemerintah daerah terus memantau perkembangan pelaksanaan program melalui evaluasi berkala dan sistem monitoring digital.

Masyarakat diimbau untuk aktif berpartisipasi dalam pelatihan dan memanfaatkan fasilitas yang disediakan demi hasil yang optimal.