Eventbogor.com – Pemerintah Kabupaten Bogor menyatakan bahwa APBD tidak mampu menanggung biaya pembangunan jalur KRL rute Tenjo–Jasinga.

Proyek strategis yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan mobilitas warga di kawasan barat Kabupaten Bogor ini membutuhkan pendanaan besar untuk pengadaan lahan, konstruksi jalur ganda, dan sarana prasarana pendukung.

Karena keterbatasan anggaran daerah, Pemkab Bogor secara resmi mengandalkan dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Rencana pembangunan jalur ganda ini merupakan bagian dari pengembangan sistem perkeretaapian nasional yang terintegrasi dengan proyek-proyek seperti KRL Bogor–Sukabumi dan reaktivasi jalur Cianjur.

Pemkab telah melakukan kajian teknis dan kelayakan bersama instansi terkait untuk memastikan proyek ini sesuai dengan kebutuhan transportasi jangka panjang.

Dukungan pusat tidak hanya dibutuhkan dalam bentuk dana, tetapi juga dalam percepatan proses perizinan dan pengadaan lahan yang melibatkan banyak pihak.

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa Pemkab siap menjadi mitra aktif dalam mendorong percepatan proyek ini demi kesejahteraan masyarakat.

Jalur KRL Tenjo–Jasinga diproyeksikan dapat mengurangi kemacetan di jalur arteri seperti Jalan Raya Puncak dan mempercepat akses ke pusat ekonomi di Jakarta dan Bogor.

Proyek ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di kawasan barat Bogor melalui peningkatan aksesibilitas dan pemerataan pembangunan.

Pemerintah daerah terus menggalang koordinasi lintas sektor untuk memastikan proyek tetap berada dalam rencana strategis nasional.

BACA JUGA :  Peringati Hari Lahir Pancasila dan HJB ke-544, Pemkab Bogor Gelar Ziarah Nasional di TMP Pondok Rajeg

Upaya ini sejalan dengan visi Pemkab Bogor dalam mewujudkan transportasi publik yang terjangkau, aman, dan berkelanjutan menuju tahun 2026.

Masyarakat diharapkan dapat bersabar sambil mendukung proses panjang yang sedang berjalan demi hasil yang lebih baik di masa depan.