Eventbogor.com – Kondisi jalan berlubang di ruas Ace Tabrani, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kembali menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Seorang pengendara sepeda motor terjatuh pada Senin malam (16/3/2026) sekitar pukul 19.30 WIB, diduga akibat tidak melihat lubang di permukaan jalan yang gelap dan rusak parah.
Insiden ini memperparah citra jalan Ace Tabrani sebagai salah satu titik rawat kecelakaan di wilayah Bogor Barat, terutama selama musim hujan dan saat malam hari.
Kerusakan jalan di Ace Tabrani telah lama dikeluhkan warga, dan kecelakaan terbaru ini semakin memperkuat urgensi perbaikan menyeluruh terhadap infrastruktur tersebut.
Warga setempat, Azki, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut bahwa lokasi kecelakaan memang kerap menjadi jebakan bagi pengendara yang melintas.
Dia menjelaskan bahwa lubang di jalan tersebut sulit terlihat saat malam hari karena minimnya penerangan jalan umum.
“Ada pengendara yang kecelakaan di Jalan Ace Tabrani tadi malam,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi di kawasan tersebut.
Warga mencatat bahwa dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, telah terjadi belasan kecelakaan serupa di sepanjang ruas jalan Ace Tabrani dan sekitarnya.
Sebelumnya, pada awal Maret 2026, sebuah mobil losbak juga terperosok ke semak-semak akibat kehilangan kendali saat melewati jalan rusak di ruas Cibeber–Malasari, yang berada dalam satu kawasan.
Koordinator Forum Komunikasi Bumi Putra Bogor Barat, Suprihadi atau yang akrab disapa Supri Elel, menegaskan bahwa kondisi jalan saat ini sudah membahayakan pengguna jalan.
Menurutnya, perbaikan darurat seperti tambal sulam tidak lagi efektif untuk mengatasi kerusakan struktural yang terjadi.
“Sudah sering terjadi kecelakaan. Jalan ini butuh rekonstruksi, bukan sekadar tambal sulam,” tegasnya.
Warga setempat bahkan sempat mengambil inisiatif melakukan perbaikan secara swadaya menggunakan dana gotong royong.
Mereka menambal sejumlah lubang dengan material seadanya, namun hasilnya hanya bersifat sementara dan tidak tahan lama terhadap curah hujan tinggi.
Upaya mandiri warga dinilai penting sebagai bentuk kepedulian kolektif, tetapi tidak menggantikan tanggung jawab pemerintah dalam pemeliharaan infrastruktur jalan.
Situasi semakin kompleks setelah beredarnya percakapan antara seorang jurnalis dan Kepala UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Wilayah VI Cigudeg, Bobby Wahyudi.
Percakapan tersebut diduga mengandung nada defensif terhadap pemberitaan media mengenai keluhan warga, dan memicu kritik dari publik.
Banyak pihak menilai bahwa respons tersebut justru mengalihkan fokus dari isu utama, yaitu keselamatan pengguna jalan dan kebutuhan perbaikan segera.
Menanggapi tekanan publik dan laporan warga, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Suryanto, menyatakan komitmennya untuk segera menindaklanjuti kondisi jalan Ace Tabrani.
Dia menegaskan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan unit teknis terkait untuk melakukan peninjauan dan evaluasi kondisi lapangan.
“Siap, nanti kami koordinasikan dengan UPT untuk ditindaklanjuti,” ujarnya singkat.
Langkah ini diharapkan menjadi awal dari penanganan sistematis, bukan hanya pada titik-titik rawan, tetapi pada seluruh ruas jalan yang menghubungkan kawasan Nanggung dan sekitarnya.
Pemerintah daerah diimbau untuk tidak hanya merespons insiden, tetapi juga membangun sistem pemantauan dan pemeliharaan jalan yang proaktif.
Dengan curah hujan yang masih fluktuatif di tahun 2026, risiko kerusakan jalan diperkirakan akan terus meningkat tanpa intervensi struktural yang memadai.
Keberlangsungan aksesibilitas dan keselamatan masyarakat di kawasan Bogor Barat sangat bergantung pada respons cepat dan kebijakan infrastruktur yang berkelanjutan dari pemerintah daerah.
