EventBogor.com – Jakarta, tepatnya di kawasan Senayan, menyimpan cerita panjang tentang proyek monorel yang akhirnya mangkrak. Di balik tiang-tiang beton yang kini menjadi saksi bisu, tersimpan alasan unik di balik pembangunannya. Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, yang akrab disapa Bang Yos, mengungkapkan bahwa ide awal pembangunan monorel ini tak lepas dari perhatiannya terhadap para suporter sepak bola, khususnya Bobotoh (pendukung Persib Bandung) dan Bonek (pendukung Persebaya Surabaya).
Bang Yos menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama pembangunan transportasi rel tunggal ini adalah untuk memfasilitasi perjalanan Bobotoh dan Bonek menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ketika tim kesayangan mereka bertanding di Jakarta. Dengan adanya monorel, diharapkan para suporter tidak lagi memadati jalan raya, sehingga dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di sekitar kawasan Senayan.
Suporter Jadi Prioritas: Lebih dari Sekadar Transportasi
Pernyataan Bang Yos ini tentu menarik perhatian publik. Pasalnya, isu transportasi publik kerap kali dikaitkan dengan kebutuhan mobilitas warga secara umum. Namun, dalam kasus monorel Senayan ini, perhatian khusus diberikan kepada para suporter sepak bola. Hal ini menunjukkan bahwa aspek sosial dan keamanan juga menjadi pertimbangan penting dalam perencanaan infrastruktur kota.
Bayangkan saja, ketika ribuan bahkan puluhan ribu suporter dari Bandung dan Surabaya datang ke Jakarta untuk mendukung tim kesayangannya. Tanpa adanya solusi transportasi yang memadai, kemacetan parah tak terhindarkan. Monorel, dengan kapasitasnya yang besar dan rute yang langsung menuju SUGBK, diharapkan menjadi solusi yang efektif.