Eventbogor.com – Ruas jalan di Kampung Citumbuk, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kini menjadi perhatian serius akibat kondisinya yang memburuk.
Infrastruktur jalan yang rusak parah dan belum diperbaiki ini telah mengancam keselamatan pengguna jalan, terutama dalam konteks mobilitas harian dan akses darurat.
Kerusakan jalan di Nanggung ini menjadi fokus utama warga dan tokoh masyarakat setempat yang menuntut perbaikan segera dari pemerintah daerah.
Kondisi jalan yang sempit, bergelombang, dan dipenuhi batu membuat kendaraan roda dua maupun roda empat rentan kehilangan kendali saat melintas.
Warga melaporkan bahwa kecelakaan lalu lintas terjadi hampir setiap pekan di lokasi tersebut, terutama saat hujan turun dan permukaan jalan menjadi licin.
Turunan tajam yang tidak didukung oleh permukaan jalan yang layak semakin meningkatkan risiko kecelakaan, termasuk tergulingnya kendaraan.
Salah satu faktor utama yang memperparah kerusakan adalah sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik.
Saluran air di sepanjang jalan dilaporkan tertutup oleh material tanah dan endapan, menyebabkan genangan saat hujan.
Air yang meluap ke badan jalan mempercepat kerusakan struktur jalan, terutama pada lapisan bawah yang menjadi labil.
Kerusakan yang terus-menerus tanpa perbaikan menyeluruh membuat kondisi jalan semakin membahayakan.
Warga setempat menegaskan bahwa kecelakaan yang terjadi bukan insiden isolasi, melainkan pola berulang yang menunjukkan kelalaian sistemik.
Banyak pengendara yang mengeluhkan minimnya respons dari instansi terkait meskipun keluhan telah disampaikan berulang kali.
Koharudin, Ketua KNPI Kecamatan Nanggung, menyatakan bahwa kondisi ini mencerminkan kurangnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
Ia menekankan bahwa perbaikan harus dilakukan secara komprehensif, bukan hanya tambal sulam yang bersifat sementara.
Menurutnya, keamanan dan keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan karena keterlambatan penanganan infrastruktur.
Ia menyerukan agar pemerintah segera mengalokasikan anggaran dan melakukan perbaikan total pada ruas jalan tersebut.
Warga juga meminta transparansi terkait rencana perbaikan, termasuk jadwal pelaksanaan dan pihak yang bertanggung jawab.
Akses jalan yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut hak dasar masyarakat atas keselamatan dan mobilitas.
Perbaikan infrastruktur di Kampung Citumbuk diharapkan dapat menjadi bagian dari program prioritas di tahun 2026.
Pemerintah daerah diharapkan tidak menunggu korban jiwa sebelum mengambil tindakan nyata.
Pemantauan kondisi jalan secara berkala dan pemeliharaan rutin juga perlu diterapkan untuk mencegah kerusakan serupa di masa depan.
Kondisi jalan di Nanggung menjadi cerminan tantangan besar dalam pengelolaan infrastruktur pedesaan di wilayah Bogor.
Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan komitmen pemerintah, solusi berkelanjutan bisa dicapai demi keselamatan bersama.
