Eventbogor.com –

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi melalui optimalisasi sektor pertanian, khususnya perikanan dan peternakan di enam kecamatan prioritas.

Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan yang memiliki potensi besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal.

Keenam kecamatan yang menjadi fokus pengembangan antara lain Kecamatan Sukajaya, Jasinga, Tenjo, Cariu, Ciampea, dan Parungpanjang.

Daerah-daerah tersebut dipilih berdasarkan kajian potensi sumber daya alam, ketersediaan lahan, serta dukungan infrastruktur yang memadai untuk pengembangan usaha perikanan dan peternakan.

Pemerintah Kabupaten Bogor akan memberikan bantuan berupa bibit ikan, pakan ternak, pelatihan teknis, serta pendampingan kepada kelompok tani dan peternak lokal.

Program ini juga melibatkan dinas terkait seperti Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan untuk memastikan implementasi yang terkoordinasi dan berkelanjutan.

Rudy Susmanto menyampaikan bahwa pengembangan sektor perikanan dan peternakan bukan hanya soal produksi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai ekonomi di tingkat desa.

“Kami ingin mendorong pertumbuhan ekonomi dari desa, dengan sektor unggulan yang sesuai dengan karakteristik wilayah,” ujar Rudy Susmanto.

Dalam kunjungan kerjanya ke salah satu kelompok budidaya ikan di Kecamatan Jasinga, Bupati melihat langsung proses budidaya ikan lele dan nila yang dikelola secara gotong royong oleh masyarakat.

Ia menilai model seperti ini perlu diperluas dan didukung dengan akses pemasaran yang lebih luas.

BACA JUGA :  Generasi Z Lebih Suka Traveling ke Alam daripada Mall, Bener Nggak Sih?

Upaya penguatan sektor perikanan juga mencakup pengembangan kolam resapan, sistem bioflok, serta integrasi antara peternakan dan perikanan untuk efisiensi pakan dan pengelolaan limbah.

Di sektor peternakan, fokus diberikan pada pengembangan ternak sapi, kambing, dan unggas dengan sistem kemitraan antara peternak kecil dan pelaku usaha besar.

Pemerintah daerah juga mendorong penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil ternak.

Langkah ini sejalan dengan visi Bogor sebagai lumbung pangan Jawa Barat, khususnya di tengah tantangan ketahanan pangan nasional yang semakin kompleks.

Masyarakat diharapkan dapat menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi lokal, bukan hanya sebagai penerima bantuan.

Ke depan, Pemkab Bogor berencana menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dan lembaga riset untuk inovasi teknologi budidaya dan pengolahan hasil perikanan serta peternakan.

Dengan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan, Bupati optimistis sektor perikanan dan peternakan bisa menjadi motor penggerak ekonomi di kawasan pedesaan.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi mitigasi kemiskinan dan pengurangan ketimpangan antarwilayah di Kabupaten Bogor.

Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan program dan menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan lapangan.

Dengan komitmen kuat dan partisipasi aktif masyarakat, Bogor diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan pertanian berbasis komunitas di tahun 2026 dan seterusnya.