EventBogor.com – Kabar tak mengenakkan datang dari ruas Jalan Raya Tenjo-Jasinga, Kabupaten Bogor. Pengguna jalan mengeluhkan minimnya penerangan jalan umum (PJU), yang diperparah dengan kondisi jalan yang dikelilingi semak belukar. Kondisi ini, tentu saja, menimbulkan kekhawatiran serius, apalagi setelah insiden pembegalan yang menimpa seorang remaja.
Bayangkan Anda melintasi jalanan itu di malam hari. Gelap, sunyi, hanya diterangi sorot lampu kendaraan. Di kiri-kanan, semak belukar seolah mengintai. Itulah gambaran yang dirasakan pengguna jalan setiap kali melintasi ruas Tenjo-Jasinga. Iwan, warga Desa Cilejet, mengungkapkan keluh kesahnya. “Jalan memang minim PJU. Apalagi pinggir jalan dipenuhi semak,” ujarnya, menggambarkan betapa riskan situasi tersebut.
Jalur Vital yang Berujung Petaka
Jalan Raya Tenjo-Jasinga bukan sekadar jalan biasa. Bagi warga Jasinga, akses ini adalah urat nadi menuju Tenjo dan bahkan Tangerang. Muhamad Deri, pengguna jalan asal Kecamatan Jasinga, menyuarakan harapannya. “Saya berharap dinas terkait segera memasang PJU di ruas jalan tersebut, supaya tidak ada lagi korban,” tuturnya. Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Keamanan pengguna jalan memang menjadi taruhannya.
Kekhawatiran ini semakin beralasan setelah insiden pembegalan yang menimpa seorang remaja (16) di Kampung Gunung Sakelat, Kecamatan Tenjo. Peristiwa yang terjadi pada 19 Mei 2025 pukul 22.00 WIB ini menjadi bukti nyata betapa krusialnya keberadaan PJU. Kapolsek Tenjo, Iptu AM Zalukhu, menjelaskan kronologis kejadian, di mana korban dipepet dan ditarik oleh orang tak dikenal.
Apa Artinya Bagi Keselamatan Kita?
Minimnya penerangan jalan bukan hanya soal kenyamanan. Ini adalah persoalan keselamatan. Dalam kegelapan, risiko kecelakaan meningkat, tindak kriminalitas menjadi lebih mudah terjadi. Kita semua tentu tak ingin hal buruk menimpa, bukan? Kehadiran PJU menjadi sangat penting untuk menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
Lalu, apa yang bisa dilakukan? Pemasangan PJU adalah solusi krusial. Pemangkasan semak belukar di pinggir jalan juga perlu dilakukan untuk meningkatkan visibilitas. Pemerintah daerah harus bergerak cepat, merespons keluhan masyarakat dengan tindakan nyata. Jangan biarkan jalan gelap mengancam keselamatan kita.
Kilas Balik: Mengapa Ini Penting Sekarang?
Insiden pembegalan adalah alarm. Peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah penerangan jalan di Tenjo-Jasinga sudah sangat mendesak untuk segera diatasi. Keselamatan warga tidak bisa ditunda. Kita semua berharap, ruas jalan Tenjo-Jasinga segera diterangi, bukan hanya oleh lampu, tapi juga oleh harapan akan lingkungan yang lebih aman.
Apakah kita akan terus membiarkan jalanan ini gelap gulita, ataukah pemerintah akan bertindak cepat untuk menerangi langkah kita? Mari kita kawal bersama.