**Eventbogor.com -** Memasuki pertengahan 2026, peta politik dunia bukannya makin adem malah makin bikin dahi berkerut dengan rentetan gesekan di berbagai titik panas.
Lihat saja bagaimana Amerika Serikat yang sepertinya sudah membulatkan tekad buat jor-joran kasih lampu hijau penjualan senjata ke Taiwan senilai triliunan rupiah demi membendung pengaruh China yang makin agresif.
Beijing sendiri nggak tinggal diam, mereka sempat-sempatnya nawarin kado manis berupa insentif wisata sampai tontonan drama China buat ngerayu Taiwan agar mau bersatu lagi, meski Taipei curiga itu cuma jebakan saja.
Suasana di Selat Taiwan juga nggak kalah tegang karena jet tempur China bolak-balik menyelinap masuk ke wilayah pertahanan udara Taipei, bikin radar militer di sana kerja keras terus.
Geser sedikit ke utara, Kim Jong Un makin rajin pamer otot dengan target ambisius nambah dua kapal perang baru setiap tahun buat memperkuat armada laut Korea Utara.
Belum lagi soal laporan intelijen yang bilang kalau Pyongyang makin canggih urusan nuklir dan rudal ICBM-nya yang kabarnya sudah bisa menjangkau daratan Amerika.
Hubungan dua Korea pun bener-bener di titik nadir setelah Kim Jong Un secara blak-blakan nyebut saudara selatannya itu sebagai musuh utama yang nggak bisa lagi diajak kompromi.
Di sisi lain, konflik antara Iran dan Amerika Serikat juga bikin pusing banyak negara, terutama soal keamanan jalur minyak di Selat Hormuz yang bikin harga energi di pasar global naik turun nggak keruan.
Efeknya berantai banget, sampai-sampai Australia harus siap-siap sama kebijakan darurat stok minyak biar ekonomi mereka nggak mendadak macet kalau perang besar benar-benar pecah.
Menariknya, di tengah sanksi yang bertebaran, India justru mulai berani lagi impor minyak dari Iran setelah ada sedikit pelonggaran aturan yang kasih mereka napas lega.