Eventbogor.com – Museum Pajajaran di Kota Bogor akan menjalani proses evaluasi menyeluruh terkait pengelolaan dan pengembangan koleksi artefak yang dimiliki.

Anggaran sebesar Rp9 miliar yang berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat saat ini sedang dikaji secara cermat untuk memastikan alokasi dana digunakan secara transparan dan efektif.

Langkah ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas museum sebagai pusat edukasi sejarah dan pelestarian budaya Pajajaran di wilayah Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa pengelolaan Museum Pajajaran harus melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan ahli sejarah agar relevansi historis tetap terjaga.

Koleksi artefak di Museum Pajajaran Batutulis memang masih bersifat dinamis, artinya terus berkembang seiring penemuan dan sumbangan dari berbagai pihak.

Pemkot Bogor membuka peluang bagi warga yang memiliki benda bersejarah untuk ikut berkontribusi dalam memperkaya koleksi museum.

Evaluasi ini juga mencakup aspek digitalisasi arsip dan penerapan sistem manajemen museum berbasis teknologi demi mendukung aksesibilitas publik di era digital.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpas sebelumnya menyebut digitalisasi arsip sebagai tantangan serius yang perlu direspons cepat oleh lembaga kebudayaan.

Dengan dukungan teknologi dan partisipasi masyarakat, Museum Pajajaran diharapkan dapat menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Bogor pada tahun 2026.

Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat untuk menyusun rencana strategis jangka panjang pengembangan museum.

BACA JUGA :  Rekomendasi Tempat Camping Terbaik di Bogor