Eventbogor.com – Aksi damai digelar oleh sejumlah wali murid dan warga di halaman Kantor Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, pada Kamis (21/5/2026), sebagai respons atas dugaan pungutan liar dan intimidasi di SMPN 1 Rancabungur.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik dengan mengangkat isu pungli di lingkungan sekolah yang memicu ketegangan antara orang tua murid dan pihak manajemen pendidikan.
Para peserta aksi menuntut transparansi dan kehadiran Kepala SMPN 1 Rancabungur untuk memberikan klarifikasi langsung terkait dugaan praktik tidak transparan selama ini.
Forum diskusi pun difasilitasi oleh pihak Kecamatan Rancabungur guna menampung aspirasi dan menyelesaikan persoalan secara dialogis.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Rancabungur, Drs. Khodijah, Ketua Komite Sekolah Aang Syahbana, perwakilan LBH PGRI Nurdin Ruhendi, Camat Rancabungur Dita Aprilia, serta unsur keamanan dari Polsek, Koramil, dan Satpol PP.
Dalam orasinya, perwakilan wali murid Nuryansyah menyampaikan sejumlah keberatan terkait pungutan yang disebut tidak sesuai aturan, seperti pembayaran seragam, dana pembangunan masjid, iuran kurban, dan ETP dengan nilai cukup tinggi.
Ia juga menunjukkan bukti-bukti pendukung yang dianggap menguatkan dugaan pungli di sekolah tersebut.
Menanggapi tuduhan tersebut, Kepala SMPN 1 Rancabungur, Khodijah, secara tegas membantah adanya praktik pungutan liar, intimidasi, kekerasan fisik, maupun verbal terhadap siswa.
Ia menegaskan bahwa semua kegiatan penggalangan dana di sekolah dilakukan secara sukarela dan melibatkan komite sekolah.
Camat Rancabungur, Dita Aprilia, menyampaikan bahwa berdasarkan penjelasan dari pihak sekolah, tidak ditemukan indikasi pelanggaran seperti pungli atau tindakan intimidatif terhadap peserta didik.
