Eventbogor.com – Video yang memperlihatkan seorang wanita paruh baya diduga merusak dagangan cireng di kawasan Cikaret, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, viral di media sosial pada Selasa (14/4/2026).
Kejadian ini menarik perhatian warganet dan masyarakat sekitar karena melibatkan dugaan gangguan kejiwaan serta kerusakan properti milik pedagang kaki lima.
Insiden tersebut diduga terjadi pada Senin (13/4/2026) malam di depan toko akuarium kawasan Pabuaran, tepatnya di lapak penjual cireng yang berada di area ramai aktivitas warga.
Berdasarkan informasi dari unggahan akun Instagram @cibinongviral, wanita tersebut awalnya mendatangi pedagang dan meminta sejumlah uang untuk keperluan yang tidak dijelaskan.
Permintaan tersebut tidak dipenuhi, yang kemudian memicu reaksi emosional dari wanita tersebut hingga berujung pada perusakan barang dagangan.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat wanita itu berbicara dengan ucapan tidak koheren dan menyebut dirinya sebagai anggota kepolisian.
“Hei, saya ini polisi, dari kepolisian,” ucapnya sambil berdiri di dekat lapak cireng yang telah acak-acakan.
Rekaman juga menunjukkan pedagang berusaha menenangkan situasi sembari menjelaskan kepada pembeli bahwa dagangannya telah dirusak oleh wanita tersebut.
“Maaf ya, Kak, dia mengganggu. Dagangan saya sampai dilemparin,” kata si pedagang dengan nada cemas.
Aksi perusakan itu menyebabkan sejumlah makanan dan peralatan dagang berserakan di lokasi, menimbulkan kerugian materi yang belum ditaksir jumlah pastinya.
Untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, pedagang membawa wanita tersebut menuju kediaman Ketua RT setempat agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.
Pedagang juga menyatakan niatnya untuk melaporkan kejadian ini ke Dinas Sosial Kabupaten Bogor guna mendapatkan keadilan dan bantuan prosedural.
“Ibu ikut saya ke Pak RT. Dagangan saya dirusak, nanti dilaporkan ke dinas sosial,” tegasnya dalam video.
Warga sekitar mengonfirmasi bahwa wanita tersebut bukan kali pertama muncul di kawasan tersebut dan kerap menunjukkan perilaku yang mengganggu ketertiban umum.
Beberapa warga menyebut bahwa wanita itu diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang belum mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Meski memahami kondisi tersebut, pedagang dan warga tetap menekankan pentingnya intervensi dari pihak berwenang agar kejadian serupa tidak terulang.
Mereka berharap pihak terkait seperti Dinas Sosial dan dinas kesehatan dapat melakukan pendataan dan pendampingan terhadap ODGJ di wilayah Cikaret dan sekitarnya.
Insiden ini kembali mengangkat isu penanganan ODGJ di ruang publik, terutama dalam konteks keamanan, kenyamanan, dan hak asasi manusia.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat program deteksi dini dan pelayanan kesehatan jiwa di tingkat kelurahan.
Situasi seperti ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap responsif namun humanis terhadap individu yang mengalami gangguan kejiwaan.
Ke depannya, kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan keluarga sangat dibutuhkan untuk mencegah potensi konflik sosial akibat kasus serupa.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Sosial Kabupaten Bogor terkait penanganan lanjutan terhadap wanita tersebut.
Peristiwa ini menjadi sorotan publik sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan empati dalam menangani persoalan sosial di tengah masyarakat.
