Eventbogor.com – Kerusakan jalan di Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan publik, terutama di kawasan Jalan Lapangan Tembak, Desa Ciaruteun Ilir, Kecamatan Cibungbulang.

Kerusakan jalan ini menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah agar tidak terus-menerus membahayakan pengguna jalan.

Kondisi jalan yang dipenuhi lubang dinilai tidak hanya merusak kendaraan, tetapi juga telah menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Warga setempat mendesak agar penanganan yang dilakukan bukan sekadar tambal sulam, melainkan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.

Salah satu faktor utama yang memperparah kerusakan adalah minimnya sistem drainase di sepanjang ruas jalan tersebut.

Hal ini membuat air menggenang saat hujan dan mempercepat kerusakan permukaan jalan.

Kepala Dusun 04 Desa Ciaruteun Ilir, Wahyudin, menegaskan bahwa kerusakan jalan di lokasi ini bukan kali pertama terjadi.

Masyarakat telah lama mengeluhkan kondisi tersebut, namun respons pemerintah masih terbatas pada perbaikan sementara.

Perbaikan yang dilakukan selama ini hanya menggunakan material sirtu, yang tidak tahan lama saat musim hujan tiba.

Material tersebut mudah tergerus oleh air, sehingga kerusakan kembali muncul dalam waktu singkat.

Menurut Wahyudin, pendekatan perbaikan seperti ini tidak memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Ia mencontohkan, baru-baru ini seorang pengendara sepeda motor mengalami kecelakaan akibat terperosok ke dalam lubang di jalan tersebut.

Kejadian ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman yang ditimbulkan oleh kondisi jalan yang tidak layak.

BACA JUGA :  Peringati Hari Lahir Pancasila dan HJB ke-544, Pemkab Bogor Gelar Ziarah Nasional di TMP Pondok Rajeg

Wahyudin menyampaikan hal tersebut pada Minggu, 28 Juni 2026, sebagai bentuk dorongan agar pihak terkait segera mengambil tindakan nyata.

Ia menilai, akar permasalahan utama bukan hanya pada aspal yang rusak, melainkan pada tata kelola drainase yang tidak memadai.

Tanpa sistem saluran air yang baik, setiap upaya perbaikan jalan akan sia-sia.

Air yang tidak tersalurkan dengan baik akan merusak struktur jalan dari bawah, mempercepat keretakan dan pembentukan lubang.

Oleh karena itu, Wahyudin menekankan pentingnya integrasi antara perbaikan jalan dan pembangunan drainase permanen.

Pemerintah Kabupaten Bogor diminta untuk tidak hanya fokus pada perbaikan permukaan jalan, tetapi juga membangun infrastruktur pendukung yang berkelanjutan.

Sistem drainase yang baik akan mencegah genangan air dan memperpanjang usia pakai jalan.

Warga berharap Pemkab Bogor segera meninjau lokasi dan merancang program perbaikan menyeluruh yang melibatkan instansi terkait.

Langkah ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga keselamatan publik dan kualitas aksesibilitas wilayah.

Dengan perencanaan yang matang, kerusakan jalan yang berulang kali terjadi di Jalan Lapangan Tembak dapat dihentikan secara permanen.

Warga siap mendukung program perbaikan, termasuk melalui partisipasi dalam pengawasan pelaksanaan proyek.

Transparansi dan komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan solusi jangka panjang.

Wahyudin menambahkan bahwa perbaikan infrastruktur jalan harus menjadi prioritas, terutama menjelang musim hujan berikutnya.

BACA JUGA :  PMII dan Komunitas Desak Pemkab Bogor Atasi Krisis Penerangan Jalan Umum

“Drainase menjadi bagian penting yang harus diprioritaskan,” ujar Wahyudin.

“Kalau hanya memperbaiki jalannya saja, kerusakan akan terus terjadi.”