Home Lifestyle Pameran Sastra di TIM Hadirkan Jejak 60 Tahun Majalah Horison dengan Arsip Langka dan Puisi
Lifestyle

Pameran Sastra di TIM Hadirkan Jejak 60 Tahun Majalah Horison dengan Arsip Langka dan Puisi

Share
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"resize":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}
Share

Eventbogor.com – Pameran sastra bertajuk “Yang Terbit, Yang Tenggelam: 60 Tahun Majalah Horison” resmi dibuka di Galeri PDS H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Kamis, 23 April 2026.

Diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta bersama Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) H.B. Jassin, pameran ini akan berlangsung hingga 24 Mei 2026.

Lokasinya tepat berada di Lantai 4 Gedung Ali Sadikin, TIM, dan terbuka untuk umum sebagai bagian dari upaya memperluas akses literasi serta merayakan perjalanan panjang majalah sastra paling berpengaruh di Indonesia.

“Yang Terbit, Yang Tenggelam” bukan sekadar pameran nostalgia, melainkan undangan untuk menyelami bagaimana Horison membentuk wajah sastra modern Tanah Air selama enam dekade terakhir.

Dipimpin oleh kurator Esha Tegar Putra, pameran ini mengajak pengunjung melihat sastra sebagai ruang dinamis yang terus berdialog dengan zaman, bukan hanya kumpulan teks yang sudah usang.

Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta, pameran ini merupakan bentuk tanggung jawab kolektif dalam menjaga memori budaya bangsa lewat sastra.

Ia menekankan bahwa enam dekade Horison mencerminkan pergulatan intelektual, estetika, dan pergeseran sosial yang tak bisa dilepaskan dari sejarah Indonesia.

Di tengah semua itu, dokumentasi dan arsip menjadi tulang punggung agar generasi mendatang bisa terus belajar dan terinspirasi.

Tema pameran sengaja dipilih untuk mengingatkan bahwa dalam dunia sastra, tak semua karya mendapat tempat di permukaan.

BACA JUGA :  Janur Ireng 'Sewu Dino' Rambah Global: Horor Indonesia Siap Guncang Dunia

Banyak tulisan yang tenggelam, terlupakan, atau bahkan tak sempat terbit—namun tetap membentuk arus bawah yang kuat dalam peradaban literer.

Share
Related Articles
Lifestyle

Laurier Luncurkan Kampanye ‘Comfort, Made Together’ dengan Dukungan Maudy Ayunda

Eventbogor.com – Laurier resmi meluncurkan kampanye terbarunya yang bertajuk ‘Comfort, Made Together:...

Lifestyle

Sejarah Hari Buku Sedunia 2026, Diperingati Setiap 23 April Berkat Inisiatif UNESCO

Eventbogor.com – Hari Buku Sedunia 2026 kembali dirayakan dengan penuh semangat oleh...

Lifestyle

ARCH:ID 2026 Hadirkan Pengalaman Arsitektur Multi-Sensori dari Kolaborasi Tiga Brand Material Bangunan

Eventbogor.com – Tiga nama besar di industri material bangunan Indonesia, QUADRA, ROMAN,...

Lifestyle

ZAP Luncurkan Program Diet Medis yang Utamakan Kesehatan Jangka Panjang

Eventbogor.com – Tren program diet dan penurunan berat badan di Indonesia terus...