Eventbogor.com – Pemerintah Kabupaten Bogor terus menggenjot pertumbuhan ekonomi lokal dengan memprioritaskan program sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di wilayahnya.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya memastikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah memenuhi standar kehalalan yang diakui secara nasional maupun internasional.
Program sertifikasi halal diharapkan tidak hanya meningkatkan kepercayaan konsumen, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk ekspor.
Selain itu, Pemkab Bogor bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama untuk mempercepat proses sertifikasi secara gratis bagi pelaku usaha yang memenuhi kriteria.
Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong UMKM naik kelas dan bersaing di tengah ekonomi digital yang semakin kompetitif.
Dengan dukungan fasilitasi sertifikasi halal, pelaku UMKM di Kabupaten Bogor diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat branding di pasar modern.
Salah satu fokus utama adalah sektor makanan dan minuman, yang menjadi kontributor terbesar dari jumlah produk UMKM yang diajukan untuk sertifikasi.
Pemkab juga menggencarkan sosialisasi dan pendampingan teknis agar pelaku usaha memahami proses produksi yang sesuai syariah.
Langkah ini dinilai penting mengingat tren konsumsi produk halal terus meningkat baik di dalam maupun luar negeri.
Menurut data Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bogor, lebih dari 500 pelaku usaha telah mengikuti pelatihan persiapan sertifikasi sejak awal tahun 2025.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 180 telah berhasil mendapatkan sertifikat halal dari BPJPH.
Ke depan, program ini akan diperluas ke sektor kosmetik, herbal, dan produk rumah tangga yang berpotensi besar untuk disertifikasi.
Pemkab Bogor menargetkan minimal 500 UMKM tersertifikasi halal pada akhir 2026 sebagai bagian dari visi ekonomi syariah yang inklusif.
Dukungan terhadap sertifikasi halal juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat identitas UMKM Bogor sebagai pelaku ekonomi berbasis nilai-nilai keagamaan.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sertifikasi, dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan ekosistem UMKM yang berkelanjutan dan berintegritas.
