EventBogor.com – Suasana haru menyelimuti sebuah rumah sederhana di Kecamatan Caringin, Bogor. Tenda berwarna cerah berdiri kokoh, memberikan naungan bagi keluarga yang tengah dilanda duka mendalam. Deretan bangku tertata rapi, menjadi saksi bisu dari penantian panjang yang tak berujung. Di tengah keheningan, keluarga besar terus memantau layar gawai, berharap kabar baik dari sang putri tercinta, Esther Aprilita.
Esther, seorang pramugari yang dikenal ramah dan ceria, menjadi sosok sentral dalam keluarga. Namun, Sabtu kelabu (17/1), dunia seakan berhenti berputar bagi keluarga Esther. Pesawat ATR 42-500 yang membawa Esther dalam penerbangan tujuan Yogyakarta-Makassar dilaporkan hilang kontak. Kabar tersebut bagaikan petir di siang bolong, memporak-porandakan ketenangan keluarga di Bogor.
Kepergian Esther meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Pesawat yang ditumpangi Esther, dengan kode penerbangan PK-THT, lepas landas pukul 09.08 WITA. Jadwal tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, seharusnya pukul 12.22 WITA. Namun, takdir berkata lain, komunikasi terputus, dan harapan mulai meredup.
Kabar Hilang Kontak: Pemicu Duka yang Mendalam
Paman Esther, Arya, menjadi salah satu anggota keluarga yang pertama kali menerima kabar duka ini. Melalui sambungan telepon dari ayah Esther, Arya merasakan getaran yang luar biasa. Kaget, tak percaya, dan sedih bercampur aduk menjadi satu. Ia teringat jelas momen indah malam pergantian tahun, ketika Esther masih dapat berkumpul dan berbagi tawa bersama keluarga besar. Kini, kenangan itu seakan menjadi pisau yang menusuk kalbu.