Eventbogor.com – Pihak Pondok Pesantren Nurul Iman Al Hasanah di Desa Berengkok, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, angkat bicara terkait pemberitaan yang dinilai mencemarkan nama baik lembaga pendidikan tersebut.
Penjelasan ini disampaikan sebagai respons atas ramainya pemberitaan mengenai dugaan intimidasi, penyekapan, pengancaman dengan senjata tajam, dan perampasan barang milik pengabdi pondok berinisial EIS.
Pondok Pesantren Nurul Iman Al Hasanah secara tegas membantah semua tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
Pihak yayasan menekankan bahwa pemberitaan yang viral berdampak besar terhadap citra lembaga serta menurunkan kepercayaan dari wali santri yang selama ini mendukung keberlangsungan pendidikan di pondok.
Meskipun membantah keterlibatan langsung dalam tindakan kekerasan, pihak pondok mengakui terjadinya insiden yang melibatkan EIS pada Oktober 2025.
Insiden itu bukan merupakan tindakan dari pengurus pondok, melainkan berasal dari keluarga korban yang merasa emosi atas dugaan pelecehan seksual yang dilakukan EIS terhadap dua santri laki-laki di bawah umur.
Awal mula peristiwa bermula ketika orang tua salah satu santri menerima pengakuan dari anaknya mengenai perlakuan tidak senonoh yang diduga dilakukan oleh EIS.
Setelah mendapat laporan, keluarga korban langsung mendatangi pondok pesantren untuk meminta klarifikasi dan memastikan kebenaran kejadian tersebut.
Pertemuan antara keluarga korban dan EIS dilakukan di kamar yang bersangkutan dengan didampingi oleh pihak pondok pesantren.
Dalam pertemuan tersebut, EIS disebut mengakui perbuatannya secara langsung kepada keluarga korban.
