Eventbogor.com – Momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 menjadi refleksi mendalam bagi Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, yang akrab dipanggil Jaro Ade.
Ia menilai peringatan tersebut bukan sekadar tradisi seremonial tahunan, melainkan pengingat kuat akan semangat persatuan dan perjuangan yang menjadi fondasi bangsa Indonesia.
Dalam konteks saat ini, Jaro Ade menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila secara nyata dalam tata kelola pemerintahan dan kepemimpinan nasional.
Menurutnya, Pancasila harus lebih dari sekadar hafalan atau retorika pidato resmi, melainkan menjadi pedoman hidup dalam pengambilan kebijakan dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa politik sejatinya adalah bentuk pengabdian, bukan arena perebutan kekuasaan yang justru menjauhkan pemimpin dari rakyat kecil.
Ketika arah ideologi kebangsaan terabaikan, kata Jaro Ade, kesenjangan antara pemimpin dan rakyat akan semakin lebar.
Oleh karena itu, setiap proses pembangunan dan kebijakan publik harus tetap berpijak pada prinsip kemanusiaan, keadilan sosial, musyawarah, dan gotong royong.
Nilai-nilai ini, menurutnya, menjadi inti dari nasionalisme yang sejati dan inklusif.
Jaro Ade khususnya menyoroti sila keempat Pancasila, yang menekankan musyawarah dalam mencapai mufakat, sebagai landasan kepemimpinan yang responsif dan empatik.
Seorang pemimpin, katanya, tidak hanya bertanggung jawab secara administratif, tetapi juga secara moral untuk memahami realitas kehidupan masyarakat.
